Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Launching KUR untuk Peternak Sapi

  • Senin, 07 September 2020 - 10:25:53 WIB
  • drh. S. Wahyudi, M.Si
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Launching KUR untuk Peternak Sapi

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 3 September 2020 bekerjasama dengan  Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupetan Lombok Timur dan sekaligus Launching Program Berantas Rentenir Melelui Kredit Tanpa Bunga (BERKEMBANG).

Khusus kepada program BERKEMBANG yang dilaunching pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bekerjasama dengan Bank  penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu Bank Negara Indonesia (BNI 46) Cabang Mataram  dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Selong meluncurkan KUR untuk peternak sapi. Dalam kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan bantuan Pembayaran Subsidi Bunga Bank atas Pinjaman KUR kepada setiap peternak sapi penerima KUR dengan plafon maksimal Rp. 15.000.000,- per peternak sapi. Bunga bank atas KUR sebesar 6 % pada program ini menjadi tanggungan Pemerintah Daerah.

Selain itu juga untuk menjamin peternak sapi dalam menjalankan usaha ternaknya, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengalokasikan dana untuk membantu pembayaran premi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS/K) kepada peternak sapi penerima KUR dengan  besaran bantuan pembayaran premi  sampai Rp. 300.000 per ekor per tahun.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu skema kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi yang diberikan kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak termasuk sektor pertanian khususnya sub sektor peternakan, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. Skema kredit ini disalurkan oleh Bank maupun Lembaga Keuangan bukan Bank  yang ditugaskan. 

Pada tahun 2020 Target Pemerintah menyediakan dana subsidi bunga sebesar Rp. 190 Triliun untuk program KUR, dalam upaya mendorong kenaikan pertumbuhan ekonomi Nasional. Alokasi program KUR tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemberian kredit kepada Usaha Mikro dan Kecil, khususnya di sektor pertanian. Saat ini Kementerian Pertanian menargetkan penyaluran KUR sektor pertanian sebesar 50 Trilliun dengan rincian sebagai berikut: Sub sektor Tanaman pangan Rp.14,23 triliun, sektor Hortikultura Rp. 6,39 triliun, sektor Perkebunan Rp.20,37 triliun dan sektor Peternakan Rp.9,01 triliun.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Timur dalam pengarahannya, program ini diniatkan semata-mata untuk mengentasakan kemiskinan terutama untuk peternak sapi dan lebih dari itu untuk merubah pola fikir masyarakat untuk bertanggungjawab dalam menerima bantuan, bukan lagi menerima bantuan dianggap sebagai angin lalu akan tetapi ini adalah kredit yang harus dikembalikan ke pihak Bank, sehingga dalam pengawalan program ini melibatkan seluruh Dinas atau pihak-pihak terkait termasuk unsur keamanan seperti kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

 

  • Senin, 07 September 2020 - 10:25:53 WIB
  • drh. S. Wahyudi, M.Si

Berita Terkait Lainnya