Disnakeswan-BBPP Kupang Kembali Gelar Sertifikasi Inseminator

  • Selasa, 14 September 2021 - 11:23:55 WIB
  • drh. S. Wahyudi, M.Si
Disnakeswan-BBPP Kupang Kembali Gelar Sertifikasi Inseminator

Untuk meningkatkan kapasitas petugas kawin suntik (Inseminator) di kabupaten Lombok Timur diadakan kegiatan sertifikasi Inseminasi Buatan (IB) yang berlangsung sejak hari Minggu (12/9). Kegitana ini dirancanakan selama 3 hari sejak tanggal 12-14 September 2021 bertempat di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan, dan praktek lapangan pada kelompok ternak di wilayah kecamatan Selong.

Kegiatan ini terselenggara berkat Kerjasama Dinas peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang yang merupakan salah satu UPT Pusat di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian.

Sertifikasi petugas inseminator yang pernah dilaksanakan di kabupaten Lombok Timur tahun 2017 merupakan salah satu cara untuk menyaring petugas yang professional dibidangnya. Seperti disampaiakan Kepala BBPP Kupang, Drh. Bambang yang hadir sejak pembukaan berlangsung menyatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan adalah untuk mengetahui sejauh mana kualifikasi para petugas inseminasi buatan (Inseminator) yang ada di kabupaten Lombok Timur telah mengikuti Standar Operasional Prosedur atau SOP. Dari 33 orang inseminator yang mengikuti sertifikasi ini akan dinilai (assessment) baik teori maupun praktek lapangan, apakah dinyatakan berkompeten atau tidak nanti tergantung hasil penilaian, “tandasnya”.

Sementara itu, kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Drh. Achsan Nasirul Huda, dalam sambutannya menyampaikan potensi umum peternakan sapi di Lombok Timur, inseminasi buatan di Lombok Timur telah berkembang sejak lama dan merupakan salah satu pionir di NTB. Pada kesempatan ini juga berpesan kepada seluruh inseminator yang ikut sertifikasi ini untuk mengikuti pelatihan dengan baik, karena Lombok Timur beruntung dialokasikan ujian sertifikasi seperti ini, dimana semua biaya gratis, “tambahnya”.

Dari hasil assessment terhadap petugas inseminator peserta, baik penilaian teori dan praktek lapangan, semua petugas sebanyak 33 orang tersebut dinyatakan kompeten dan berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian dan sertifikat profesi ini telah mendapatkan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

  • Selasa, 14 September 2021 - 11:23:55 WIB
  • drh. S. Wahyudi, M.Si

Berita Terkait Lainnya